BAB I MURIN
ALERT: BACA SAMBIL DENGERIN "BORN SLIPPY (NUXX)" BY UNDERWORLD Bengkel, reparasi Malam, penuh nafsi Warteg, masak nasi Kampus, orasi Ruang kelas, orang-orang berwajah pucat pasi Lorong panjang, basa-basi yang sudah basi Masjid, pualam suci yang gemar bikin meringis Dunia, panggung akustik manusia haus empiris Murin terduduk dalam helaan nafasnya yang tertahan bau oli, timah, amis. Peluh sebesar biji ketapang (eh, bujug!) membingkai paras kucal itu dengan seksama. Busi-busi hitam tergeletak nanar di telapak tangan, menunggu diapa-apakan (ya apa kali bingung coy!) Rambut hitamnya yang tersimpul dalam genggaman ikat rambut (dibaca: scrunchie) menggeliat hebat, ia semakin terlihat ricuh dengan penampilan serampangan itu. "Gw masih cakep." ujar Murin dalam sepersekian detik pada dirinya sendiri. Mengevaluasi katharsis dari quotes idola korea kesayangan yang dibacanya pekan lalu. Murin bukan teknisi, bukan pula montir. Dia hanya terpaksa berlutut dengan kapitalis yang g...
.jpg)
