Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Temporer

  Temporer 24/08/2026 Berjalan pulang perempuan itu, berjalan pelan dengan pijakan tertatih-tatih. Kakinya yang penuh borok menggelugut hentakan Mengetam paranoid kecoa, semut, ular, belalang, dan segala yang tidak berdaya. Bibir merah muda tidak lagi mencatut hasad Pecah-pecah berantakan, jadi momok masal. Kawah mulutnya merintih lirih Saban hembusan lelah, berakhir membumbung asap. Bekas cambukan terbentang dari hulu ke hilir Dari kepala hingga ujung kaki.  Menggores horizon, menyakiti jasad renik yang telah menumpang hidup sejak masa lampau. Surai hitam legamnya tidak lagi terurai sampai pinggul Terpotong berantakan, kusut, gersang, dedar. Combustio mengintip nanar dari balik tenunan rombeng Menjalar segenap gubahan selaput rapuh ciptaan Tuhan. Pundak rampingnya mencetak jelas garis tulang selangka Menembus, menghunus, menusuk selulang tipis di balik selendang. Merekah merah memar-memar raganya, sanubarinya. Memekik parau langit-langit di atas si perempuan. Sementara Elang ...

Postingan Terbaru

BAB I MURIN

Taste Elitism, Weirdest Concept That Ruining Humanity

kelar.

Menikah atau Mati?

this inscription meant to the most ballistic person on earth.